Aku berada pada sebuah negeri. Negeri ini adalah negeri paling kaya. Punya seorang pemimpin yang hebat, yang bertanggung jawab, yang mencintai rakyat dan tidak pernah takut dengan negara lain yang coba menghancurkan negeri ini. Pemimpin ini sangat mulia. Tegas dan tidak plin-plan. Beliau menjaga perdamaian negeri ini dengan bertindak tegas terhadap para pengacau. Melindungi negeri ini dari terorris.

Masyarakat negeri ini ramah-ramah. Saling menghormati antar sesama. Tidak saling mencaci, tidak saling menjatuhkan. Beragama dan beradab. Kaum mayoritas melindungi kaum minoritas. Tidak saling mencampuri urusan agama masing-masing. Tidak saling menghancurkan tempat ibadah masing-masing. Para ahli agama tidak saling berdebat atau saling memperlihatkan kehebatan sehingga merasa diri paling benar. Para ahli agama tetap menjadi manusia, tidak berlagak menjadi Tuhan dan tidak terdapat setan yang menyesatkan dalam jiwa mereka.

Politikus negeri ini bekerja dengan jujur. Gaji mereka besar, tapi 3 % dari gaji mereka di sumbangkan kepada fakir miskin dengan cara memberikan modal usaha. Mereka bekerja dengan nurani, demi rakyat yang mereka wakili. Gedung tempat mereka bekerja sungguh megah, tapi rakyat kecil boleh memasukinya. Rakyat tidak akan di pukul atau di tembak mati ketika hendak menemui wakil mereka di gedung ini. Semua di sambut, bahkan di muliakan.

Di negeri ini, koruptor adalah legenda. Hanya cerita rakyat. Tidak ada koruptor di negeri ini. Setiap koruptor akan di hukum mati. Keluarga mereka akan di kucilkan hingga tujuh turunan. Harta mereka akan di renggut dan di serahkan kepada yang lebih membutuhkan. Sebelum di hukum mati, mereka di penjara di sebuah penjara bawah tanah. Mereka hanya di perbolehkan memakan cacing tanah dan meminum air kencing mereka sendiri. Karena itu, sangat jarang bahkan hampir tidak ada koruptor di negeri ini.

Di negeri ini, hakim, jaksa dan polisi sama jujurnya dengan politikus. Mereka menghukum yang benar-benar pantas untuk di hukum. Tidak akan mengambil apa yang bukan hak mereka. Bekerja dengan sesungguhnya. Benar-benar mengaplikasikan apa yang mereka dapat pada waktu sekolah.

Dokter, guru, dosen dan pejabat-pejabat di negeri ini bekerja sesuai dengan sumpah mereka. Tidak ada rumah sakit yang menolak pasien. Tidak ada sekolah yang memaksa siswanya untuk bunuh diri karena tidak mampu. Tidak ada kampus yang mengajarkan kekerasan sehingga mahasiswanya saling menzalimi.

Rakyat negeri ini mencintai pemimpin mereka, mencintai saudara-saudara mereka. Rakyat negeri ini hidup sejahtera dan bahagia. Tidak ada yang kelaparan. Tidak ada yang buta hurup. Tidak ada yang tidak bersekolah. Negeri ini sungguh indah, aku sungguh bahagia berada disini..

Sebuah jam usang yang bergetar oleh suara alarm terjatuh tepat di atas kepalaku. Aku terbangun. Kupandangi ranjang reot yang setiap hari kutiduri. Bantal dan guling apek yang setiap malam ku ajak bercinta. Tembok retak dari ruangan sempit berukuran 2×2 meter. Kupandangi jam usang yang membuatku terbangun. Waktu sudah mepet, teringat janji pada ibuku. Kemana lagi harus ku gadai ijazah yang kuperoleh sejak 4 tahun silam? Lalu aku teringat negeri itu, betapa bahagianya tinggal di negeri indah itu. sayang, aku tak sempat mengingat namanya. Tapi kurasa namanya adalah Indonesia.

Aku tersenyum. “Jam sialan, menganggu mimpi indahku saja…”