MINGGU PAGI yang cerah. Angin berhembus sedang. Tidak kencang, tidak juga pelan. Matahari tidak bersinar terlalu terik. Hari Minggu yang pas bagi para pemalas!!

Cuaca yang bersahabat membuat Mbak Yanti, istri mas Bejo, penjaga kost berbudi, tidak mengalami kesulitan berarti ketika membersihkan halaman kost. Daun-daun kering yang terjatuh dari pohon mangga  lebih mudah dibersihkan. Berbeda ketika angin sedang kencang-kencangnya, daun-daun yang berserakan akan terbang kesana kemari.

Tidak seperti mba Yanti, mas Bejo tak pernah menyukai hari Minggu. Termasuk hari Minggu yang indah ini. Pasalnya, setiap hari Minggu, mas Bejo selalu di sibukkan oleh botol-botol kosong yang berserakan di bale-bale. Anak kost sering menggunakan bale-bale untuk main kartu atau sekedar nongkrong dan ngobrol.

Setiap malam Minggu, Main kartu selalu di selingi dengan minum. Atau minum di selingi dengan bermain kartu. Atau minum dan main kartu di selingi dengan nongkrong dan ngobrol. Atau minum, main kartu, nongkrong dan ngobrol yang di selingi dengan perkelahian kecil yang tidak jarang terjadi. Perkelahian biasa terjadi karena hal-hal sepele. Misalnya, ada yang curang sewaktu bermain kartu. Atau ada yang ketawa ngakak tapi suaranya jelek. Atau ada yang kentut dan bau, tapi gak ada yang ngaku. Biasanya yang di tuduh adalah Oky. Padahal yang kentut si Batak. Oky memang anak bawang. Selalu menjadi orang yang di salahkan. Sepertinya, dia memang terlahir untuk sial. Mungkin dulu, pas lagi hamil, nyokap Oky ngidamnya rendang kecoa. Makanya, hidupnya selalu sial. Coba aja lihat kecoa. Binatang kecil yang sering nongkrong di kamar mandi ini selalu di benci, di jauhi, bahkan di musnahkan secara tidak kecoawi (kalau manusia manusiawi). Belum pernah ada kejadian di muka bumi ini, manusia menjadikan kecoa sebagai binatang peliharaan. Kalau gak di injek, kecoa biasa tewas secara mengenaskan karena menghirup racun baygon.

Batak adalah orang yang paling bahagia melihat Oky di zalimi. Dialah yang tertawanya paling keras kalau melihat Oky tersiksa. Oky dan Batak memang tidak pernah akur. Mereka itu seperti kucing dan anjing, ular dan singa, kodok dan Anton, loh? Yap, Anton memang membenci kodok. Setiap ngeliat kodok, Anton pasti lari terbirit-birit. Sewaktu kecil, tangan Anton pernah di kencingi kodok. Sampai sekarang, dia trauma. Makanya, kadang, pas ada kodok melintas, dan Anton gak sempat lari, dia pasti bakalan ngencingin tu kodok. Gantian kodok yang lari terbirit-birit (eh, kodok lari atau lompat ya?). Tu kodok pasti takut ngeliat titit Anton yang di sangka anak ular baru netes.

Walaupun sering tidak akur, Oky dan Batak sebenarnya saling menyayangi satu sama lain. Pernah si Oky terkena penyakit aneh. Dia sendiri mengaku baru pertama kali ngalamin penyakit aneh itu. Oky gak berani tidur sendirian di kamarnya. Dia selalu minta di temenin kalau pengen tidur. Tentu saja, gak ada satu orangpun yang mau tidur bareng Oky. Badak bercula satu itu kalau tidur ngoroknya kenceng. Udah gitu, badannya bau banget. Padahal, sama dengan kecoa, Oky kalau di kamar  mandi suka lama, dan dia bukan termasuk tipe orang yang malas mandi. Ya, itu tadi, mungkin dulu nyokapnya memang benar-benar ngidam rendang kecoa. Makanya badan Oky baunya mirip kecoa abis makan pete. Gak makan pete aja, kecoa udah bau banget, apalagi kalau habis makan pete.

Sebenarnya anak-anak kost yang lain menganggap pengakuan Oky tentang penyakit aneh yang ia derita sebagai hal yang konyol.

“Itu sih lo penakut namanya. Bukan penyakit aneh. Ngarang aja lo nyet…” Kata Anton waktu Oky meminta dia untuk menemaninya tidur.

Tentu saja waktu itu Anton menolak permintaan Oky mentah-mentah. Oky lalu pergi ke dapur, dan kembali meminta Anton untuk menemaninya tidur. Anton tetap menolak, kali ini menolak matang-matang. Usaha Oky memasak permintaannya di dapur sia-sia. Pendirian Anton sudah bulat, mau matang, mau mentah, Anton bakalan tetap menolak permintaan Oky. Oky gak menyerah, dia ingin kembali ke dapur, tapi Anton segera menahannya.

“Mau lo masak setengah mateng juga tetep gue tolak. Dasar badak bego…” Kata Anton. Oky lemes, dia nyerah. Nasib punya bau badan seperti kecoa (tuh, kecoa lagi kan yang di salahin, emang binatang sial).

Tak di sangka tak di nyana. Satu-satunya orang yang mau menemani Oky tidur hanya Batak.  Oky bahkan tak pernah meminta Batak untuk menemaninya tidur. Batak-lah yang menawarkan diri. Batak seperti sedih melihat kondisi Oky. Awalnya Oky curiga, karena ia tahu, Batak tak pernah suka dengannya. Oky takut sewaktu ia tertidur, Batak akan meracuninya dengan kentut yang super bau, atau Batak akan memperkosanya, terus dia hamil, terus Batak gak mau tanggung jawab, terus dia jadi single parent, terus dia berhenti kuliah karena ngurus anak. Pasti repot ngurus anak sendirian, pikirnya. Belum ngasi makan, belum ngasi nenen, belum buat biaya sekolah. Dan yang paling Oky takutkan adalah, anak itu hasil hubungannya dengan Batak. Oky gak mau punya anak yang tampangnya mirip Batak.

Untuk di ketahui, seumur hidup, Oky memang tidak pernah sekalipun ngetest IQnya. Dia selalu merasa dirinya cerdas. Cukup cerdas untuk tidak tahu bahwa yang bisa hamil itu cuma perempuan.

Setelah berpikir keras, mau tidak mau, Oky akhirnya mau juga di temani oleh Batak. Malam pertama, Oky tidak bisa tidur. Dia masih menaruh curiga pada Batak. Di perhatikannya Batak yang sudah tertidur dengan pulas. Sampai ketika ia mencium bau busuk di hidungnya, bau yang sudah sangat familiar. “Dasar pantat gak pernah sekolah..” kata Oky sambil menutup hidungnya. Bau kentut Batak seperti obat bius bagi Oky, membuatnya mengantuk, dan tertidur.

Paginya, Oky terbangun dengan perasaan was-was. Dia membuka celananya, ngecek pantatnya, lalu tersenyum. “Aman..” Kata Oky. Tak berapa lama, Batak terbangun. Dia kaget campur shock melihat Oky tanpa celana. Selain kaget karena takut Oky akan memperkosanya, Batak juga kaget karena baru kali ini ia melihat bentuk titit manusia yang mirip titit kambing.

“Bah, mau macam-macam pula si badak. Ngapain kau lepas kau punya celana? Aku mau kau sodomi rupanya..?” Kata Batak sambil menutup pantatnya dengan tangan.

“hehehe, tenang sob. Gue cuma ngecek lubang pantat gue. Abis, gue takut lo perkosa.” Jawab Oky nyengir.

Oky lalu menceritakan pada Batak, bahwa awalnya dia sempat curiga pada Batak. Tapi kali ini dia percaya seratus persen. Dan malam-malam berikutnya selalu merela lalui berdua. Tidur bareng, makan bareng, kentut bareng, kencing bareng, mandi bareng, bahkan beolpun bareng. Benar-benar seperti pasangan suami istri. Sempat terlintas di benak Oky kala itu, bahwa dia rela mengandung anak dari Batak…

**

Perkelahian kecil yang sering terjadi pada saat acara minum-minum, nongkrong-nongkrong, ngobrol-ngobrol dan main kartu-main kartu setiap malam minggu itu hanya berlangsung sesaat. Keesokan harinya, mahluk-mahluk penghuni kost berbudi sudah saling memaafkan. Bahkan, kebanyakan dari mereka sudah lupa. Biasa, pengaruh minuman keras. Lagipula, perkelahian yang terjadi bukan merupakan perkelahian fisik, melainkan ribut-ribut mulut. Saling mengejek dan menghina. Mirip ayam kalau lagi berantem.

Ibu Wenny, sang empunya kost memang memberi kelonggaran bagi penghuni kost. Ia memberikan kebebasan untuk menggunakan bale-bale sebagai tempat nongkrong-nongkrong dan minum-minum. Bunda, begitu panggilan yang di berikan anak-anak bagi ibu Wenny. Mungkin anak-anak sudah menganggap ibu Wenny seperti ibu mereka sendiri. Ibu Wenny juga menganggap mahluk-mahluk penghuni kost berbudi itu seperti anak sendiri.

“Sebandel apapun mereka, mereka adalah anak-anak saya..” Begitu kata ibu Wenny kepada mas Bejo.

Mas Bejo memang sempat melaporkan bahwa setiap malam minggu, anak kost sering nongkrong sambil minum di bale-bale. Mas Bejo melaporkan hal itu kepada bunda dengan harapan bunda akan melarang dan menegur anak kost yang sering menggunakan bale-bale sebagai tempat minum-minum.  “Brisik bu, kasian anak kost lain yang gak ikut minum..” Mas Bejo memberikan argumennya pada bunda. Namun bunda tetap pada pendiriannya untuk mengijinkan anak kost menggunakan bale-bale sebagai tempat minum. Lagipula, cuma sekali dalam seminggu.

Mas Bejo sebenarnya punya alasan pribadi mengapa ia meminta  bunda untuk melarang anak-anak  minum di bale-bale kost berbudi. Setiap hari minggu pagi, mas Bejo menjadi lebih sibuk dari hari biasa. Dialah yang akan membersihkan sisa-sisa botol minuman yang tercecer di sana-sini. Belum lagi kalau ada anak yang muntah sembarangan, mas Bejo-lah yang membersihkannya. Anak-anak memang suka kurang ajar, apalagi kalau muntah. Begitulah kalau orang terlalu memaksakan diri, mungkin buat gagah-gagahan. Kalau perut sudah tidak menerima, stop, jangan nambah lagi. Jackpot itu gak keren lho.

Minggu pagi yang indah dan cerah ini menjadi minggu yang suram bagi mas Bejo. Tidak hanya di bale-bale, toilet umum kost juga menjadi lahan mengeluarkan isi perut anak kost yang mabok berat. Dengan berat hati ia membersihkan sisa-sisa muntahan di lantai toilet. Wajahnya yang memang sudah serem, sekarang makin keliatan serem, mirip sapi kalau mau di kurbanin pas Idul Adha.

“Dasar anak-anak gak tau diri. Gak punya tata karma. Kalau muntah sembarangan!!” Kata mas Bejo sambil menyiram bekas muntahan di lantai toilet.

Ini bukan pertama kalinya mas Bejo menemukan sisa muntahan di toilet umum kost berbudi. Mas Bejo gerah, kelakuan anak kost berbudi ini tak bisa di biarkan. Mas Bejo beranjak menuju kamarnya dan mengambil sebuah polpen. Dia kembali ke kamar mandi dan menulis peraturan tambahan.

Ini peraturan sebelumnya :

Tata-Tertib Penggunaan Kamar Mandi/Toilet Kost Berbudi

  1. Dilarang Membuang sampah kedalam lubang kloset, baik berupa tissue dll
  2. Dilarang kencing di lantai toilet, kalau kencing di lubang kloset dong, biar gak bau.
  3. Sehabis kencing, tolong di siram. Apalagi habis beol.
  4. Dilarang mengeluarkan suara berlebihan ketika beol, karena akan membuat yang mendengar menjadi mual.
  5. Bagi pengguna toilet yang habis makan Jengkol/pete, di mohon untuk kencing/beol di kamar mandi mandi masing-masing, karena baunya akan menyebabkan fitnah.

Pengurus dan penanggung jawab toilet kost berbudi

Ttd

Sekarang jadi seperti ini :

Tata-Tertib Penggunaan Kamar Mandi/Toilet Kost Berbudi

  1. Dilarang Membuang sampah kedalam lubang kloset, baik berupa tissue dll
  2. Dilarang kencing di lantai toilet, kalau kencing di lubang kloset dong, biar gak bau.
  3. Sehabis kencing, tolong di siram. Apalagi habis beol.
  4. Dilarang mengeluarkan suara berlebihan ketika beol, karena akan membuat yang mendengar menjadi mual.
  5. Bagi pengguna toilet yang habis makan Jengkol/pete, di mohon untuk kencing/beol di kamar mandi mandi masing-masing, karena baunya akan menyebabkan fitnah.
  6. Dilarang keras mengeluarkan isi perut melalui mulut (muntah) sembarangan di lantai toilet
  7. Bagi siapa saja yang muntah sembarangan, harap untuk segera menjilat bekas muntahnya hingga bersih seperti semula
  8. Mabok ok, Jackpot?? Gak banget la yaaww

Pengurus dan penanggung jawab toilet kost berbudi

Ttd

**

Di hari Minggu yang sejuk ini, sebagian besar mahluk penghuni kost berbudi masih tertidur pulas . Batak tidur dengan posisi nungging empat puluh lima drajat di kamarnya. Ibnu tidur dengan mata setengah terbuka. Orang yang baru mengenal Ibnu, kalau ngeliat dia lagi tidur pasti heran. Ni anak sebenarnya sedang tidur atau tidak. Pasalnya, sewaktu tidur, mata Ibnu tidak menutup secara sempurna. Jadi, bola matanya masih terlihat, seperti orang yang pura-pura tidur.

Anton juga masih tidur. Bahkan sekarang dia sedang bermimpi. Di dalam mimpinya, Anton bertemu dengan Cindy. Cewek yang sedang di taksirnya. Ceritanya, Anton berhasil mengajak Cindy untuk have a nice dinner together. Tapi bukan di restoran, melainkan di sebuah angkringan. Selesai makan, Anton mengajak Cindy ke tempat favoritnya, pantai Parangtritis. Bagi yang suka suasana romantis dan remang-remang, Parangtritis merupakan tempat yang pas. Di pantai yang konon merupakan daerah kekuasaan Nyai Roro Kidul ini, pada waktu malam, selalu di penuhi oleh pasangan muda-mudi yang sedang kasmaran. Apalagi kalau cuaca sedang cerah, langit Parangtritis akan di penuhi jutaan bintang. Kalau beruntung, kita dapat menyaksikan bintang jatuh.

Masih dalam mimpinya, Anton mengajak Cindy duduk di bibir pantai dengan beralaskan tikar yang memang banyak di sewakan di sana. Anton lalu memesan dua gelas kopi susu hangat. Seorang pengamen datang menghampiri mereka. Anton merequest lagu Mr. Big yang berjudul not one night.

“Wah, gak bisa mas, lagu yang lain aja..” Kata pengamen.

Anton lalu merequest lagu White Lion yang berjudul You’re all I need. Mas pengamen geleng-geleng kepala. Dia bahkan tidak pernah tau kalau ada sebuah band rock asal Amerika yang bernama White Lion. Dia juga tidak tau kalau Mike Tramp, mantan vokalis band itu sekarang menjadi suami dari Ayu Azhari. Dia pasti juga tidak tau, bahwa pernikahan Ayu Azhari dan Mike Tramp telah menghasilkan seorang anak. Sepertinya dia juga tidak mengetahui bahwa pernikahan Ayu Azhari dan Mike Tramp adalah pernikahannya yang ketiga. Atau jangan-jangan, dia juga gak tau Ayu Azhari itu siapa? Wah, kalau itu sih, udah keterlaluan namanya. Orang Indonesia mana sih yang gak kenal Ayu Azhari? Mantan artis film-film panas yang doyan kawin ama bule?

“Saya Gak tau bandnya mas.” Kata pengamen sambil menggaruk kepalanya.

Anton lalu merequest lagu Dream Theater yang berjudul Another Day. Kali ini, Anton memang agak berlebihan. Bagaimana mungkin seorang pengamen jalanan di minta untuk menyanyikan sebuah lagu milik Dream Theater. Jangankan pengamen jalanan, sebuah band dengan personel lengkap saja belum tentu bisa membawakan lagu milik band progresif rock yang perfectionist itu dengan sempurna. Tentu saja, mas pengamen kembali menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Wah, request lagunya kok yang sulit-sulit sih mas?” Kata pengamen sambil garuk-garuk. Kali ini garuk-garuk pantat.

“Terus, lo bisanya lagu apa dong?” Anton agak kesel juga, karena semua lagu yang ia minta gak bisa di maenin ama tuh pengamen.

“Lagunya Marjinal mas, yang aparat bangsat.”

JLEB!!

Anton menelan ludah. Dia memasang tampang penuh kekesalan. Hidungnya kembang kempis, matanya melotot. Ingin rasanya Anton mengambil gitar si pengamen, terus nimpukin kepalanya pake tu gitar. Lalu, setelah tu pengamen pingsan, Anton nyeburin si pengamen ke laut, biar sekalian di jadiin pembantu sama Nyi Roro Kidul.

“Dasar pengamen edan,” batin Anton dalam hati. “Gak tau ya, kalau lagu yang gue minta itu lagu-lagu romantis. Udah tau orang lagi berduaan, eh malah mau di nyanyiin lagu punk rock emosional yang isinya penuh caci maki. Gua ini lagi pengen mesra-mesraan, bukannya mau lompat-lompat sambil head banging.”

“Mas, kok gak sekalian nyanyiin lagunya tengkorak atau seringai aja mas?” Anton bermaksud menyindir si pengamen, yang memang punya tampang polos alias bego.

“Oh, masnya mau lagu itu? Bisa kok mas..”

Jrengg…

“Eh.eh..mas, gak usah mas..” Anton buru-buru menyetop si pengamen yang terlihat penuh semangat hendak menyanyikan lagu dari tengkorak.

Anton membayangkan si pengamen akan mengeluarkan suara serak-serak kasar ala Ombat Tengkorak sambil jejingkrakan, terus ngebanting-banting gitar.

“Loh, kenapa mas? Tadi katanya minta di nyanyiin lagunya tengkorak..” Kata si pengamen sambil garuk-garuk lagi. Kali ini garuk-garuk lubang hidungnya, alias ngupil.

“eh..em..hmmm..” Anton bingung ngejawab pertanyaan si pengamen. “Gak mas, tadi gue becanda. Gue tu pengennya lagu-lagu yang romantis gitu mas.”

“Oh, saya bisa kok mas lagu-lagu romantis. Tapi yang bahasa Indonesia aja mas, jangan yang bule..” Jawab si pengamen

“Ok, lo bisanya lagu apa?”

“Kangen band..”

Hening…

Anton bengong. Cindy ngikik ngeliat muka Anton yang berubah, dari yang seperti tampang Sule lagi nahan pipis, jadi mirip tampang Mr. Bean kalau lagi beol.

Si pengamen jelas gak salah. Untuk ukuran pengamen amatiran, lagu-lagu yang di request Anton tentu sangat asing di telinganya. Bagi pengamen jalanan sepertinya, lagu-lagu bergenre punk rock dan melayu-lah yang menjadi andalan.

Anton nyerah, dia pasrah ketika si pengamen mulai nyanyiin lagu-lagu hits milik kangen band. Mulai dari pujaan hati, hingga nilailah aku. Total 5 lagu dari kangen band di nyanyiin si pengamen. Sepertinya tu pengamen hafal mati lagu-lagu Kangen band. Bahkan suaranya di mirip-miripin ama suara Andhika, vokalis kangen band yang potongan rambutnya selalu jadi trend di kalangan anak-anak metal (melayu total). Pas nyampe ke lagu Yolanda, Anton sempat meminta pengamen itu untuk mengubah nama Yolanda menjadi Cindy Prisilia. Cindy tersenyum malu-malu. Dia ngerasa bangga namanya di jadiin lagu. Kebetulan, Cindy juga ngefans sama kangen band, terutama Andhika. Cindy bilang, dia suka gaya rambut vokalis yang dulu katanya jualan cendol itu. Selera Cindy emang rada aneh, tapi itu merupakan keuntungan buat Anton, karena dia termasuk tipe cowok di bawah rata-rata. Kalau rata-rata cowok di Indonesia itu keren-keren, nah Anton levelnya di bawah itu. Gak keren sama sekali.

Selesai mendendangkan lagu-lagu dari Kangen band, tu pengamen langsung ngacir. Tentunya, setelah Anton memberinya sejumlah uang.

“Alhamdulillah, akhirnya selesai juga penderitaan gue..” Kata Anton dalam hati, sambil mengeluarkan tissue-tissue kecil dari dalam telinganya.

Rupanya, selama pengamen itu nyanyi, Anton menyumbat telinganya dengan tissue untuk mengurangi efek dahsyat yang di timbulkan oleh lagu-lagu dari kangen band. Mungkin Anton takut, begitu mendengarkan lagu-lagu dari kangen band, dia akan jatuh cinta pada Andhika dan mengubah potongan rambut dan gaya berpakaiannya. Padahal, Anton sangat menyukai gaya rambutnya yang sekarang. Gak kebayang kalau Anton harus manjangin dan ngerebonding rambutnya. Terus tiap minggu ke salon buat ngerawat tu rambut biar tetep lurus. Belum lagi kalau di salon ketemu bencong-bencong ganjen. Tu bencong pasti bakalan grepe-grepe, nanya nomor hp, terus ngajak ngedate. Iya kalau bencongnya cakep, kalau gak? Lagipula, Anton gak punya budget lebih untuk perawatan rambut di salon.

Selain itu, Anton juga gak mau mengubah gaya berpakaiannya yang simple menjadi berlebihan ala vokalis band melayu. Anton terbiasa berpakaian ala kadarnya, menggunakan kaos oblong dan celana jeans standar. Anton kurang pede kalau di suruh menggunakan kemeja lengan panjang kotak-kotak yang di padukan dengan celana jeans ketat. Anton paling anti menggunakan celana jeans ketat. Ribet, katanya. Anton ngebayangin kalau dia menggunakan celana jeans ketat, terus kebelet beol, pasti repot. Ngelepasin tu celana pasti butuh waktu yang lama, keburu ngebrojol tu isi perut.

Kepergian si pengamen segera di manfaatkan oleh Anton untuk mulai melancarkan rayuan-rayuan maut pada Cindy.

“Kamu tau gak? Sebenernya aku sedikit takut buat ngajakin kamu kesini..” Kata Anton pada Cindy.

“Loh, emangnya kenapa?” Jawab Cindy sambil masang tampang lugunya.

Anton tersenyum. Dia melihat perubahan pada wajah Cindy. Cewek manis ini, kalau sedang bingung, wajahnya menjadi semakin imut.

“Kamu tau kan, pantai ini ada penunggunya?” Kata Anton lagi.

“Nyi Roro Kidul maksud kamu?” Tanya Cindy.

“Iya.” Jawab Anton, sambil memasang tampang serius.

“Terus?” Cindy penasaran.

“Aku takut Nyi Roro Kidul Bakalan marah besar karena aku ngajakin kamu kesini.” Anton melanjutkan. “Dia, kalau lagi marah serem lho..”

“Iiihh, kok kamu jadi nakut-nakutin gitu sih?” Kata Cindy. Dia menggenggam tangan Anton sambil noleh kekanan dan kekiri.

“Emang bener kok, dia kalau lagi marah serem banget.”

“Terus, kok dia bisa marah? Kenapa?” Cindy makin penasaran.

“Hmmm, kamu pernah liat tampang Nyi Roro Kidul gak?” Tanya Anton. Kali ini tampangnya di buat lebih serius dari sebelumnya.

“Iya, pernah, liat di film.” Jawab Cindy pelan.

“Cantik gak?”

“Cantik banget…”

“Nah, itu yang bikin aku takut dia bakalan marah besar karena aku ngajakin kamu kesini..”

“Loh kok bisa? Salahku apa?” Tanya Cindy kebingungan.

Anton menarik nafas panjang, seakan-akan semua hal yang dia katakan benar adanya. Dia terdiam sejenak, matanya lurus menatap ke arah laut. Kemudian, dia berkata lagi,

“Nyi Roro Kidul itu kan ratu. Penguasa pantai selatan, termasuk pantai ini..” Kata Anton.

“Terus?”

“Dia gak suka kalau ada perempuan yang lebih cantik dari dirinya..”

“Hubungannya sama aku apa?” Tanya Cindy lugu.

“Dia pasti bakalan marah besar, karena saat ini, aku ngajakin seorang ratu yang jauh lebih cantik di banding dia..”

“Aihhh, kamu bisa aja. Gombal ah…” Kata Cindy sambil tersipu malu. Mukanya merah merona, terlihat jelas di wajahnya, kalau sebenarnya dia tersanjung dengan pujian yang di berikan Anton.

Agak ribet sebenarnya. Untuk bilang “kamu cantik banget” aja musti ngarang cerita sedemikian rupa. Tapi begitulah perempuan. Mahluk ciptaan Tuhan yang paling indah ini memang paling suka di puji. Kaum yang katanya tercipta dari tulang rusuk pria ini, sepertinya memang tercipta untuk di gombalin, terlepas dari benar atau tidaknya gombalan tersebut.

Anton sudah paham hal itu. Dulunya, dia mengalami kesulitan untuk mendekati perempuan. Namun perlahan-lahan, dia mulai memahami dan mengerti perempuan. Sejak di tinggal Keyla, Anton tak ingin kehilangan seseorang yang dia sayangi lagi. Cinta ternyata berpengaruh besar bagi hidup Anton. Iya, cinta, hal yang paling misterius di dunia ini.

**

Cindy menyandarkan kepalanya di pundak Anton. Anton memperhatikannya sambil tersenyum.

“Kamu kedinginan ya?” Tanya Anton.

Cindy menganggukkan kepalanya. Anton kemudian melepas jaketnya, dan mengenakannya pada Cindy. Sebenarnya Anton juga kedinginan, tapi perasaan sayang yang hinggap di hatinya telah membuatnya hangat. Apa yang di lakukan Anton, merupakan hal yang sering di lakukan oleh para cowok ketika menghadapi situasi seperti ini. Cowok yang sedang melakukan pendekatan dengan cewek yang di taksirnya, pasti rela mengorbankan apapun untuk membuat si cewek jatuh hati. Termasuk, menahan dingin yang menusuk tulang.

Awalnya, Cindy sempat menolak ketika Anton hendak mengenakan jaket di tubuhnya.

“Entar kamu kedinginan lho.” Kata Cindy

“Ah, kalau Cuma segini doang mah, aku tahan. Gak apa-apa kok.”

“Bener nih?” Tanya Cindy lagi.

“Iya bener. Aku pernah lho, pas hujan deres gak pake baju. Padahal dingin banget.”

“Wah hebat. Terus, kamu gak kedinginan gitu?”

“Enggak dong. Tapi besoknya aku sakit satu minggu……”

“Tukan, ini jaketnya di pake lagi aja.” Kata Cindy sambil mencoba melepas jaket Anton. “Entar kamu sakit lagi.”

“Eh, gak usah. Gak apa-apa kok. Bener.” Kata Anton mencoba meyakinkan Cindy. “Entar, kalau aku sakit kan udah ada yang ngerawat..”

“Siapa tuh?”

“Kamu…”

“Huuu..enak aja..”

“Emang enak..”

Anton melihat Cindy dengan tatapan penuh kekaguman. Baginya, cewek seperti Cindylah yang dia cari. Dengan keluguan dan gayanya yang sedikit manja, Cindy mampu membuat Anton perlahan mulai melupakan bayang-bayang Keyla di benaknya. Dan malam ini, merupakan moment yang paling di idam-idamkan oleh Anton. Dia tak pernah sedekat ini dengan seorang cewek. Dia tak pernah mengalami moment romantis seperti malam ini.

“Hmm..kamu tau gak? Malam ini aku seneng banget deh jalan bareng kamu..” Kata Anton.

“Iyah, aku juga seneng..” Jawab Cindy.

Tak berapa lama, di langit pantai Parangtritis, mulai terlihat bintang-bintang yang berjatuhan.

“Momentnya pas banget nih..” Batin Anton.

Anton lalu menundukkan kepalanya. Wajah Anton dan Cindy saling berhadap-hadapan. Mereka saling menatap. Cupid sedang siap-siap mengeluarkan panah cintanya. Anton semakin berani mendekatkan wajahnya ke wajah Cindy. Jarak antara wajah Cindy dan Anton kini hanya dua sentimeter. Anton menyentuh bibir tipis Cindy dengan jari tangannya. Pelan dan lembut. Cindy memejamkan matanya.

“Nah, ini dia saatnya..”Kata Anton dalam hati.

Anton mendekatkan bibirnya pada bibir Cindy. Bibir tipis Cindy seperti meminta untuk dikecup. Anton memonyong-monyongkan mulutnya, mirip bibir ikan cupang kalau lagi berantem. Tapi, niat Anton untuk mencium Cindy terhenti setelah hidungnya mencium bau tak sedap. Setelah berpikir selama beberapa detik, Anton baru nyadar, kalau bau yang ia hirup adalah bau kentut.

“Ups, maaf, keceplosan…”Kata Cindy sambil nyengir.

Cindy salah tingkah. Kebiasaannya kentut sembarangan telah membuyarkan moment paling romantis dalam hidup Anton. Bau kentut Cindy juga membuat Anton terbangun dari mimpi indahnya.

**

Anton terbangun dengan posisi tidur yang “mengharukan”. Muka Anton pas banget nempel di pantat Oky. Apalagi, Oky tidur dengan memakai celana kolor butek kesayangannya. Tu celana sama sekali gak pernah di cuci.

“Sialan si badak. Ngerusak mimpi gue aja lo…” Kata Anton sambil nonjok pantat Oky.

Emang dasar badak keturunan kebo, udah di tonjok sekenceng itu aja masih gak kebangun. Malahan, ngoroknya makin kenceng.

Terus, kenapa si badak bercula satu itu bisa tidur di kamar Anton? Padahal Anton paling ogah kalau disuruh tidur bareng Oky. Salah satu alasannya, ya itu tadi. Selain suara ngorok yang ngerusak telinga, Oky kalau sedang tidur gak bisa diam. Posisi tidurnya bisa berubah-ubah. Yang tadinya kaki ada di posisi utara, secara mengejutkan bisa pindah di posisi selatan. Mungkin setiap tidur, Oky selalu mimpi naik komedi putar.

Tadi malam, sepulang dari warnet tempatnya bekerja, Anton tidak langsung tidur. Hatinya yang terlanjur tersita oleh rasa suka dan kangen pada Cindy, membuatnya “terpaksa” harus berbagi dengan seseorang. Karena pada malam itu yang ada hanya Oky, maka Anton, mau gak mau menjadikan Oky sebagai teman curhat.

Awalnya, Anton sempat ragu. Dirinya sempat tidak percaya kalau badak berbau kecoa itu mampu menjadi pendengar yang baik. Tapi karena dadanya semakin sesak, Anton tidak punya pilihan lain.Oky, yang merasa sangat di percaya dan di jadikan teman baik oleh Anton, tentu sangat senang. Dia bahkan menyiapkan empat bungkus kopi instant, 3 bungkus rokok kretek dan 4 bungkus kacang garuda.

“Tenang aja bro, mau sampe pagi juga gue dengerin curhat lo. Oky disini untukmu my man..”

Mendengar Oky ngomong seperti itu, Anton sempat ingin mengurungkan niatnya. Dia terdiam sambil melamunkan nasibnya berjam-jam kedepan.

“Oh Tuhan. Dosa apa hamba hingga hamba berada pada situasi dimana hamba harus menghabiskan waktu semalaman dengan mahluk sepertiga badak, sepertiga kecoa dan sepertiga kebo ini?” Batin Anton.

Anton lalu mulai menceritakan perihal perasaan yang sedang hinggap di hatinya. Mulai dari cerita soal Keyla, hingga sekarang, soal Cindy, cewek yang sedang di taksirnya.

“Orangnya cantik gak?” Tanya Oky

“Siapa? Keyla atau Cindy?”

“Keyla..”

“Cantik banget..”

“Kalau Cindy?”

“Hmmm.. sebenernya juga cantik sih, emm..tapi..”

“Tapi apa?”

“Gue bingung ngomongnya gimana nyet..”

“Bingung kenapa?”

“Entar lo ketawa ngakak lagi..”

“Hmm. Kalau gue liat, pas nyebut Keyla cantik, lo mantep banget. Tapi begitu gue nyebut Cindy, sepertinya ada keraguan di hati lo. Orang jatuh cinta itu kadang-kadang emang konyol sob. Tapi itu bukan menjadi alasan bagi gue buat ngetawain lo.” Kata Oky sambil ngisep rokok.

“Kalau lo udah ngerasa sayang sama orang, lo harus total, gak perduli orang itu seperti apa. Sifat ragu lo ngebuktiin kalau sebenernya lo itu takut ton. Lo takut kalau perasaan lo itu salah. Lo takut kalau perasaan lo itu bakalan bikin lo menderita lagi.” Lanjut Oky sambil meminum kopinya.

“Udahlah, mending sekarang lo lupain aja si laila..”

“Keyla…” Ujar Anton membenarkan.

“Iya, si sheila..”

“Keyla..”

“Iya, si thalia..”

“Keyla begooo….tu kuping gak pernah lo bersihin yak?!” kata Anton kesal.

“Iya..iya.. si Keyla. Nah, lo mustinya udah harus ngelupain si Keyla sob. Buat apa lo mikirin yang gak ada. Apalagi sekarang lo udah punya demenan baru.” Lanjut Oky sambil ngemil kacang.

“Emang, si Cindy itu kenapa sih sampe lo ragu gitu?…” Tanya Oky.

“Cindy suka kentut nyet. Bau banget lagi. Sama kentut lo aja bau kentut dia. Padahal kentut lo aja udah bau banget kan..” Jawab Anton

“Hahahahahaha…hahahahahahaha…” Oky ketawa ngakak

“Eh, monyet. Tadi lo bilang, lo gak bakalan ketawa. Napa sekarang malah ngakak lo..” Anton sewot, dia ngelempar Oky pake bantal.

“Ups, sorry..sorry. Abis, lo ngocol banget sob. Gue pikir, si Cindy itu gemuk, jelek, jerawatan. Kalau itu mah biasa. Tapi ini? Suka kentut? Hahahahaha… langka tuh cewek kayak gitu..”

“Makanya, itu dia yang bikin gue bingung. Cantik-cantik kok doyan kentut. Bau lagi. Tapi gue naksir berat nih. Kayaknya, anaknya asik banget.” Kata Anton, sambil ngebakar rokok.

“Udah, kalau lo emang suka, lo hajar aja bro. Urusan kentut, anggap aja itu kekurangannya. Manusia itu gak ada yang sempurna bro. Dan kalau lo bener-bener sayang sama seseorang, lo jangan cuma mau kelebihannya, tapi lo juga harus bisa nerima kekurangannya dong…”

Anton terdiam mendengar omongan Oky. Dalam hatinya, dia membenarkan semua yang Oky bilang. Canggih juga ni bocah, pikir Anton.

“Iya juga sih. Bener yang lo bilang nyet. Eh, tapi nyet, gue gak nyangka lo kalau lo tu punya pandangan yang bagus soal masalah beginian..”

“Masalah beginian apaan maksud lo?” tanya Oky sambil masang tampang bego.

Nah lho, si badak begonya keluar lagi deh, kata Anton dalam hati.

“Ya masalah yang kita omongin dari tadi nyet. Masalah cinta-cintaan., emang lo pikir masalah apa?”

“Oh, gue pikir masalah apaan..” Jawab Oky sambil ngemil ampas kopi ( emang jorok nih orang ). “Gue jelek-jelek gini juga pernah punya pacar kali..”

“Ah, yang bener nyet?” Tanya Anton tidak percaya.

“Bener nyet. Kalau gue itung-itung, gue itu udah pacaran 3 kali nyet..”

“Wah kalah dong gue??”

“Pastinya. Tapi setelah yang terakhir, gue ga mau pacaran dulu..”

“Emang napa?”

“Capek gue, pacaran berantem mulu..”

“Hmmmmm, kalau boleh tau, pacar lo yang terakhir siapa nyet?”

“Si Batak..” Jawab Oky polos..

“What? Si Batak? Iwan maksud lo?”

“Iya, emang yang namanya Batak siapa lagi?”

“Anjrit lo..Lo suka sesama jenis?”

“Emang napa?” Tanya Oky

Anton kaget mendengar pengakuan Oky. Dia ketakutan setengah mati. Anton buru-buru memakai baju, make celana jeans tebel, melester pantatnya pakai slotip tebel, ngebuka pintu kamar, siap-siap mau kabur. Anton jadi takut, jangan-jangan, Oky juga sempet naksir sama dia.

“Eh, nyet. Ta…ta..tapi lo gak lagi naksir ama gue kan?” Tanya Anton sambil terus nutupin pantat pake tangannya.

“Ya gak lah nyet, gak mungkin lah.”

“Fiuuhh… Untung deh, maksud lo, lo udah gak suka sesama lagi kan?”

“Ya bukan gitu…”

“Terus!!!?”

“Lo bukan tipe gue nyet. Gue gak suka cowok kurus..”

Hening…..

“Udah, lo kejer aja tuh si miss fart. Sebelum terlambat…” Lanjut Oky..

Anton terdiam. Dia masih sedikit kaget dengan pengakuan Oky tadi. Tapi terlepas dari segala kebodohan Oky tentang “menyukai sesama jenis”, apa yang dia bilang dari tadi ada benarnya juga. Anton beranjak keluar kamar. Di tengoknya Oky, si badak bego ini udah ngorok.

“Bused, cepet amat tidurnya. Katanya mau nemenin sampe pagi..Dasar, badak kebo…”Kata Anton.

Anton melamun. Namun tak lama kemudian, dia tersenyum. Hatinya penuh rasa gembira. Ah, tidak salah lagi, pasti ini yang orang-orang sebut dengan…. CINTA

Baca juga :dilarang kentut sembarangan